Paroki St. Ignasius Lanud Pattimura

"Berdoalah seolah-olah segalanya bergantung pada Tuhan, dan bekerjalah seolah-olah segalanya bergantung padamu," -St. Ingasius

Tentang Kami

Paroki ini bernama Paroki Santo Ignasius. Resmi diberi status sebagai paroki pada tahun 1995. Pelindung paroki adalah Santo Ignasius. Hari pesta pelindung paroki ialah  31 Juli.

Sebuah perjalanan sejarah keuskupan Amboina yang mesti kita baca bersama.

Pelayanan Kami

“Jangan berbicara, jangan menjawab, jangan merenung, jangan melakukan sesuatu tanpa terlebih dahulu berpikir apakah itu menyenangkan Tuhan dan menjadi contoh serta peneguhan bagi sesamamu.”-St. Ignasius.

Jadwal Misa

Download Jadwal Misa

Jadwal Pelayanan Orang Sakit

Download Jadwal Pelyanan Orang Sakit

Warta Paroki

Download Warta

Gereja St. Ignasius Lanud

Inigo de Loyola dilahirkan pada tahun 1491 di Azpeitia di provinsi Guipuzcoa di wilayah Basque di sebelah utara Spanyol. Dia adalah anak bungsu dari tigabelas bersaudara. Pada usia enam belas tahun dia dikirim untuk bekerja sebagai pesuruh bagi Juan Velazquez, bendaharawan kerajaan Castile.

Sebagai anggota rumah tangga Velazquez, dia seringkali tampil di balai sidang dan mengembangkan cita rasa terhadap segala hal mengenainya, terutama urusan perempuan. Dia sangat suka berjudi, suka bertengkar, dan terlibat dalam adu pedang. Bahkan dalam suatu perselisihan antara keluarga Loyola dan keluarga lainnya, Ignatius dan saudara lelakinya dengan disertai beberapa sanak famili pada suatu malam menyerang beberapa kaum religius anggota keluarga lain tersebut. Ignatius harus melarikan diri ke luar kota. Ketika akhirnya dibawa ke pengadilan, dia membela dirinya dengan menyatakan “imunitas religius” karena telah “dicukur gundul” (seperti layaknya rambut kaum biarawan pada waktu itu) sewaktu masih sebagai seorang anak laki-laki, dan oleh karenanya bebas dari pengadilan sipil.

Gereja St. Carolus Hatu

HUMILITAS (lambang Keuskupan Agung Milano) “LEADERSHIP BY EXAMPLE”

Santo Carolus Borromeus adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenal atas kontribusinya dalam Reformasi Katolik serta usahanya memperbarui moral dan disiplin Gereja setelah Konsili Trente, dengan memperbaiki praktek yang menyimpang dan meningkatkan pembinaan iman umat dengan mendirikan seminari dan sekolah minggu, ia juga banyak membantu mereka yang miskin dan berkesesakan pada masa wabah pes tahun 1576.

Statuta

“Kerendahan hati terdiri dari bersukacita dalam segala hal yang membuat kita menyadari ketiadaan kita.” –St. Ignasius.

Statuta Keuskupan Amboina

Download Statuta Keuskupan Amboina dalam hasil MUSPASPAS 2024.

Statuta DPP Paroki

Download Statuta Dewan Pastoral Paroki Santo Ignasius Lanud Pattimura.

Statuta DKP

Download Statuta Dewan Keuangan Paroki Santo Ignasius Lanud Pattimura.

St. Ignasius Galeri

“Tidak seorang pun tahu apa yang akan Tuhan lakukan terhadap kita jika kita tidak melawan begitu banyak halangan terhadap kasih karunia-Nya.”- St. Ignasius.

Doa & Harapan

“Tidak ada pohon yang lebih cocok untuk menghasilkan dan memelihara kasih Allah selain pohon salib.”-St. Ignasius.

Semoga iman umat Paroki St. Ignasius Lanud akan Kristus semakin bertumbuh menuju Gereja Keuskupan Amboina yang mandiri.

Prof. DR. Patris Rahabav

Menjadi kudus dalam setiap keluarga Katolik, mulailah dengan sepenuh hati saling melayani anggota keluarga yang sakit.

RD. DR. Koor Seralarat

Teruslah berdoa dan memohonkan pengampunan dari Tuhan agar di akhir nanti kita didapatkan kudus di hadapanNya.

RD. Paul Titirloloby

Kami siap melayani Anda

Bagi umat atau siapa saja yang membutuhkan bantuan kami, hubungi kami di kontak kami. Terimakasih.

100% Katolik, 100% Indonesia

“Ingatlah bahwa para Malaikat melakukan apa yang mereka bisa untuk membela manusia dari dosa dan Tuhan agar dihormati.”-St. Ignasius.

Mgr. Seno Ngutra

USKUP DIOSIS AMBOINA

Kol. Pnb Sugeng S., S.Sos., M.M.

danlanud pattimura

RD. Leonard Ansis

pastor paroki

Statistik Umat

Gambaran Umum Jumlah Umat Paroki St. Ignasius Lanud Pattimura

Laki-Laki

230

Perempuan

280

meninggal

10

keseluruhan

520

Berita Terbaru

Kunjungan Kristus Raja Semesta Alam di Paroki St. Ignasius Lanud

Laha, 22 November 2025 — Paroki Santo Ignasius Laha[…]

Prosesi Patung Bunda Maria Bulan Oktober 2025

Lanud Laha — Umat Paroki Santo Ignasius Lanud Laha[…]

Kata Sambutan DANLANUD Pattimura Ambon

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,Salam sejahtera bagi kita semua,Om Swastiastu,Namo Buddhaya,Salam[…]

Kontak Kami

Terimakasih atas kunjungannya. Anda bisa menghubungi kami melalui kontak di bawah ini. Terimkasih dan Tuhan memberkati.

Hidup Damai

Hidup dalam perdamaian adalah dambaan setiap manusia. Perdamaian bukan hanya tentang ketiadaan perang atau konflik, tetapi tentang adanya ketenangan hati, saling menghormati, dan kasih di antara sesama. Dalam kehidupan yang penuh perbedaan, perdamaian menjadi jembatan yang menyatukan berbagai pandangan dan latar belakang agar manusia dapat hidup berdampingan secara harmonis.
Perdamaian dimulai dari diri sendiri. Ketika seseorang mampu berdamai dengan hatinya, menerima kekurangan diri, dan memaafkan kesalahan orang lain, maka ia telah menanam benih perdamaian dalam hidupnya. Sikap sabar, rendah hati, dan mau mendengarkan menjadi kunci untuk menciptakan suasana damai di lingkungan sekitar — baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Hidup dalam perdamaian membawa kebahagiaan yang sejati. Dengan hidup damai, manusia dapat bekerja sama, membangun kepercayaan, dan menciptakan dunia yang lebih baik untuk generasi mendatang. Perdamaian bukanlah hasil yang datang begitu saja, tetapi buah dari usaha, pengertian, dan kasih yang terus dipupuk dalam setiap tindakan kecil kita sehari-hari. (Ansis)

wpChatIcon